Inovasi Siswa SMU di Probolinggo nyalakan lampu dengan SMS


🝺Teknologi 👤Admin 🕔09:51:58, 10 Mei 2016
Inovasi Siswa SMU di Probolinggo nyalakan lampu dengan SMS

Probolinggo - Terobosan yang dilakukan sekelompok siswa SMU Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, ini patut diacungi jempol. Pasalnya, siswa jurusan IPA dan IPS ini mampu merakit komponen untuk menyalakan lampu melalui pesan singkat atau SMS.

Hebatnya, inovasi menciptakan saklar kontrol listrik jarak jauh untuk menghemat daya listrik ini dibuat menggunakan komponen bekas, dari alat-alat elektronik tak terpakai.

Alat utamanya adalah Printed Circuit Board atau PCB, yang berfungsi sebagai wadah komponen elektronika. Selain itu terdapat Micro sebagai otak pengendali, Relay sebagai saklar otomatis, Modem untuk mengantarkan SMS, serta Serial yang menjadi penghubung antara Micro dan Modem.

Komponen yang juga dibutuhkan di antaranya Transistor, Kapasitor Kristal, serta tombol switch on/off. Dari seluruh komponen ini, hanya modem berikut nomor selular yang dibeli, selebihnya merupakan komponen alat elektronik bekas, dengan biaya tak lebih dari Rp 500 ribu.

Seluruh komponen kemudian dirakit, dimana sinyal yang dikirimkan melalui pesan singkat dari ponsel itu ditransformasi menjadi energi listrik, melalui Modem, Serial dan Micro sebagai otak kontrol.

"Dengan mengirim SMS on9 ke nomor operator di Modem, lampu listrik sudah bisa dihidupkan. Sebaliknya SMS of9 berfungsi mematikan daya listrik. Adapun tarif SMS, menyesuaikan ketentuan operator seluler," kata Muhammad Nur Ilham Mubarok, pembuat alat ini saat ditemui detikINET di sekolahnya, Kamis (3/12/2015).

Ide menciptakan alat kontrol listrik ini, kata Nur Ilham yang mengambil jurusan Sains Matematika ini, berawal dari maraknya penggunaan lampu di ruang sekolah, yang setiap hari jarang dimatikan meski sedang tidak berlangsung proses belajar mengajar.



Sementara dikatakan Afandi, guru pembina, selain lampu, teknologi ini juga dapat mengendalikan saklar perangkat elektronik lain seperti kipas angin, televisi, bahkan keran air, dengan kekuatan maksimal 8 ampere, baik aliran listrik bersistem paralel maupun seri.

Kini warga maupun pelaku usaha, dapat mengendalikan pemakaian listrik dari jauh, tanpa harus ke saklar langsung, sepanjang masih terjangkau sinyal operator seluler. Inovasi ini cocok untuk aplikasi Internet of Things (IoT) di Smart City.

“Tak hanya mudah dan praktis, far controller atau pengendali saklar jarak jauh ini, juga bisa menjadi solusi cara berhemat listrik ditengah kenaikan tarif dasar listrik sebesar 11%, yang telah ditetapkan pemerintah per satu Desember 2015 ini," pungkasnya.