Karena Mau Mencalon Penghulu Belasan honorer mundur


🝺Rokanhilir 👤Admin 🕔23:51:43, 04 Agustus 2017
Karena Mau Mencalon Penghulu Belasan honorer mundur

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Minat masyarakat Rokan Hilir (Rohil) menjadi penghulu tenyata sangat besar. Apalagi tahun ini ada 101 kepebghuluan akan melakukan pemilihan secara serentak. Bahkan banyak yang rela melepaskan seragam tenaga honorer, tenaga kontrak dan tenaga harian Pemda Rohil demi menyalonkan diri dalam pesta demokrasi Desember mendatang.

Pendaftaran bakal calon penghulu menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahap II sudah dibuka. Hingga saat ini sudah ada 15 orang menyatakan mundur dari honorer karena mau mendaftar sebagai calon penghulu. Pendaftaran calon penghulu dibuka mulai 3-9 Agustus 2017.

Wakil Bupati Rohil Drs Jamiluddin meminta panitia jeli, pasalnya apabila calon seorang tenaga honorer, dia harus melampirkan surat pengunduran diri.

“Harus lampirkan suratnya saat pendaftaran dan itu sudah ada dalam Perbup tentang Pilpeng serentak,” kata Wabup, Kamis (3/8) kemarin.

Tenaga honorer ini, lanjut Wabup, mencakup semua yang gajinya bersumber dari APBD, baik ia seorang staf Dinas, Badan, Kantor Camat maupun kantor desa dan guru. Wabup berharap panitia objektif dan jika memang ia seoranag honorer tapi tak melampirkan surat pengunduran diri, patut dipertanyakan.

“Bekerjalah secara profesional, patuhi peraturan yang berlaku sebagai panitia, namun yang jelas kita percayakan kepada panitia yang sebelumnya juga melalui proses seleksi di tingkat desa,” kata Wabup.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) H Jasriyanto SSos mengatakan, bahwa pihaknya membenarkan bahwa harus melampirkan surat pengunduran diri apabila ia seorang honorer sebagaimana sudah diatur dalam Perbup. Sementara itu untuk seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harus melampirkan surat izin dari Bupati.

“Surat pengunduran diri bagi honorer maupun surat izin dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) dan info yang saya terima sudah banyak yang mengurus,” kata Jasriyanto.

Namun saat ditanya mengenai kejujuran bakal calon saat mendaftar diminta kejelian dari panitia, contohnya saja jika ia seorang honorer maka harus ada surat pengunduran diri.

“Kalau membedakan dia honorer atau tidak kejujuran saja lagi, tapi kalau berbohing dan andai nanti terpilih maka bisa dipidanakan,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa waktu pendaftaran bagi yang berminat dinilai cukup. Sebab hal ini sudha disosialisasikan sejak April lalu namun karena belum adanya anggaran sehingga pendaftaran tertunda. “Ada 101 kepenghuluan se-Rohil dan kita sepenuhnya kita percayakan kepada panitia di desa,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Rohil H Roy Azlan Ap.M Si membenarkan bahwa hingga Rabu kemarian sudah 15 orang yang mengundurkan diri karena maju nyalon penghulu.

“Sudah 15 orang dan kemungkinan bakalan bertambah karena memang minta nyalin penghulu banyak, kalau untuk dari ASN belum kita jumlahkan namun yang jelas juga ada,” kata Roy.der

 

sumber :

http://riaupotenza.com/berita/13802/belasan-honorer-mundur