Rapat Dewan Hakim MTQ ke-XIV Kabupaten Rokan Hilir


🝺Rokanhilir 👤Admin 🕔23:43:53, 04 Agustus 2017
Rapat Dewan Hakim MTQ ke-XIV Kabupaten Rokan Hilir


Rapat dewan hakim menentukan para juara dan juara umum

Rokan Hilir (inmas) - Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bersama Dewan Hakim gelar rapat koordinasi penyampaian laporan hasil kegiatan peserta juara lomba MTQ ke XIV tingkat Kabupaten Rokan Hilir tahun 2017 di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir, Jumat (4/8).

Rapat dihadiri Ketua Panitia MTQ sekaligus merangkap koordinator dewan hakim H. Fery H Parya (Asisten I), Koordinator lomba H. Agustiar (Kepaala Kankemenag), Sekretraris LPTQ (Penyelenggara Syariah), seluruh koordinator masing-masing cabang lomba dan dewan hakim.

Dalam sambutannya, H. Fery H Parya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas partisipasi dan kerja keras semua anggota yang tergabung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga menjelang proses penutupan dan penyampaian laporan akhir dapat terlaksana sesuai rencana.

"Terima kasih atas kerja keras semuanya, kita akan hampir sampai pada tahap acara penutupan, semua hasil rekapitulasi dapat kita rampungkan saat ini," ungkapnya.

Menurut H. Fery, hasil rekapitulasi data peserta lomba akan di bacakan maalam ini untuk mengumumkan siapa nama peserta yang akan keluar sebagai pemenang lomba MTQ Kab. Rokan Hilir yang ke XIV beserta juara umumnya.

"Pengumuman akan di lakukan sekaligus pemberian hadiah kepada peserta pemenang," ujarnya.

Pengumuman sekaligus penutupan MTQ itu digelar malam ini di lapangan Taman Budaya yang merupakan Astaka utama perhelatan tahunan ini.

Sementara itu, koordinator lomba H. Agustiar menggungkapkan, proses pelaksanaan MTQ dibeberapa cabang menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakkan jika dibanding tahun lalu.

"Kita syukuri perkembangan peserta MTQ cukup mengalami peningkatan dari beberapa segi dan golongan dari tahun ketahun,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut H. Agustiar, masih banyak faktor yang harus menjadi perhatian bersama untuk mendorong para peserta khusuanya cabang Kaligrafi sehingga pada saat pelaksanaan tahapan kegiatan MTQ, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun pada tingkat Nasional dapat memiliki persiapan yang mumpuni.

"Kelemahan kita ini, nanti pada saat menjelang acara baru diadakan pembinaan, mestinya peserta kita atau calon peserta baru yang mau belajar juga memiliki wadah atau tempat dan perlengkapan yang memadahi," katanya

Menurutnya, harga alat perlengkapan yang digunakan pada cabang Kaligrafi terbilang mahal, jadi dalam proses pelaksanaan belajar cabang tersebut memiliki kendala.

"Diharapkan kepada pemerintah dan pengurus yang berkaitan dengan kegiatan ini, dapat memberi perhatian atas kendala tersebut," pungkasnya

Dipertemuan tersebut, selain penyampaian laporan hasil rekapitulasi nilai pesetra lomba dan harapan pengembangan para peserta lomba di semua cabang, juga membahas sejumlah persolan yang dihadapi para Dewan Hakim dan panitia pada proses pelaksanaan MTQ. (Nsh)

 

sumber :

http://riau.kemenag.go.id/berita/499013/Rapat-Dewan-Hakim-MTQ-ke-XIV-Kabupaten-Rokan-Hilir